Oleh: senoan | Juli 28, 2011

KARTU TENAGA KERJA LUAR NEGERI (KTKLN)

Kira-kira seminggu sebelum saya kembali ke Indonesia setelah sekian lama bekerja di negara tetangga saya mendapat berita yang cukup santer dan menyebabkan kegelisahan bagi teman-teman yang masih bekerja di Luar negri (LN)

Berita itu adalah surat edaran dari KEPALA BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA mengenai kewajiban para warga negara indonesia yang bekerja di luar Negri untuk membuat KTLKN. untuk lebih jelasnya silahkan lihat di sini

Yang membuat teman-teman resah adalah adanya ketidakpastian tentang proses mendapatkan KTKLN yang masih belum bisa di konfirmasi kebenarannya di lapangan. Sebelumnya penulis pun pernah “bermasalah” dengan KTKLN pada saat ingin kembali ke LN setelah cuti.
Pihak imigrasi hampir tidak bisa memberikan ijin penulis untuk boarding karena tidak memiliki KTKLN. Ketika di konfirmasi ke kounter KTKLN setempat, penulis tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan bahkan terkesan tidak mengetahui untuk membuat KTKLN.
Loakasi pada waktu itu bandara Soekarno-Hatta boarding pukul 5 pagi, jadi agak kesulitan untuk melakukan pendaftaran, apa lagi orang di kounter tidak tahu prosesnya. Mereka tahunya validasi yang sudah punya KTLKN.

Anyway, sekarang saya memang sudah tidak perlu memiliki KTKLN, tetapi saya juga mau share bahwa beberapa teman saya akhirnya ketika kembali mengurus KTKLN. Salah satu teman saya melakukan pendaftaran di bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya pendaftaran cukup mudah. lokasi counter (saya belum cek lokasi untuk konfirmasi) ada di bawah Hoka-Hoka bento terminal D1 dan buka 24 Jam.
persyaratanpun cukup dengan verifikasi visa kerja pada passpor dan dengan ditanyakan beberapa pertanyaan seputar pekerjaan dan tempat tinggal di LN.
Lain lagi pengalaman teman saya yang di pulang ke Yogyakarta. dengan inisiatifnya dia pergi ke BNP2TKI setempat untuk mendaftarkan dirinya. Menurutnya, di sana prosesnya agak panjang dan berbelit cenderung menyusahkan. Dia di minta untuk bayar asuransi (300 rb), pernyataan ijin dari istri (ada ttd kelurahan) yang mungkin akan menjadi pertanyaan, karena di dalam surat edaran pembuatan tidak akan dikenakan biaya. Setelah bersikeras, akhirnya dia bisa bicara dengan kepala BNP2TKI dan ternyata hanya keluar uang 15 ribu rupiah untuk materai.

Menurut saya pribadi, sangat terlihat sekali bahwa sosialisai mengenai hal ini ke BNP2TKI daerah kemungkinan kurang maksimal. terbukti dengan perbedaan proses antara di soekarno hatta dan yogyakarta.

Saya pribadi sangat menghargai usaha pihak pemerintah untuk melindungi warganya yang bekerja di luar negri. Harapan saya agar pihak BNP2TKI bisa mensosialisasikan hal ini ke seluruh indonesia agar proses pendaftaran KTKLN yang seharusnya mudah (menurut surat edaran) berjalan dengan lancar.

Tulisan diatas adalah pengalaman pribadi penulis dan teman penulis. Jika ada yang ingin memberikan pengalamannya dalam membuat KTKLN atau menyanggah informasi diatas, saya persilahkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: